Mayu no Sekai
This is my story
Sabtu, 02 Juni 2012
Pasha Ungu Menggemparkan KFC Pajajaran Bogor
Sekitar pukul 3 sore, baru lah yang ditunggu-tunggu ini datang dengan mobil sedan berwarna merah. Para Cliquers sudah menunggu di pintu masuk, menyambut datang. Store yang tadinya sepi, mendadak jadi ramai oleh kerumunan orang. Pasha Ungu datang sendiri dalam rangka mempromosikan album baru bandnya. langsung saja dia diamankan ke dalam store.
Beginilah suasana ramai di dalam store KFC Pajajaran Bogor:
Para karyawan store juga jadi ikut-ikutan foto nih ^^
Bahkan sampai Pasha ini beranjak keluar store masih aja dimintain foto. Tak lama Pasha berkunjung ke store, hanya sekitar 15 menit. Tapi semoga memuaskan para Cliquers di Bogor yang datang. Bahkan ada anak kecil yg berteriak-teriak ketika Pasha pulang "Om Pasha...!!" sambil mengetuk-ngetuk kaca store.
Foto: Dokumentasi pribadi
Sabtu, 21 April 2012
Kartini KFC, Sehari Pakai Kebaya
Kamis, 19 April 2012
Bunga Terakhir
Oleh: Mayu Prasetyo
“Kamu Mawar, kan?” tanya seorang murid laki-laki pada Mawar.
Di sana Mawar yang sedang duduk bersama temannya terheran melihat seorang murid laki-laki mendekatinya. Laki-laki ini mungkin tingginya 165 cm, dengan kulit putih, dan rambut dicepak rapi. Mau apa dia tiba-tiba datang dan memastikan bahwa dirinya adalah Mawar, begitu pikirnya. Perempuan berambut panjang lurus dan berbando itu tak ingin bersikap sombong dan segera masuk ke dalam pembicaraan orang asing yang baru mendatanginya.
“Iya, aku Mawar. Kamu siapa?” tanya Mawar heran.
“Ini buat kamu.” Laki-laki itu menyerahkan sesuatu pada Mawar, setangkai bunga mawar berwarna putih bersih.
Alis Mawar berkerut, “Bunga mawar? Untuk aku?” Mawar menunjuk dirinya sendiri.
“Ya, untuk kamu.”
“Makasih…” jawab Mawar ragu sambil mengambil bunga dari tangan laki-laki itu.
“Kamu tahu kenapa aku kasih kamu bunga mawar?” laki-laki itu meneruskan, “Selain namanya sama dengan nama kamu, sifat kamu juga sama seperti bunga mawar.”
Mawar tidak mengerti dengan perkataan laki-laki itu, dia bertatapan heran dengan teman yang duduk di sebelahnya. Namun setelah itu Mawar kembali menatap sang pemberi bunga.
“Aku sama dengan bunga ini?” Mawar bertanya.
“Bunga ini indah tapi memiliki duri. Orang-orang menyalahartikan fungsi duri ini. Duri ini bukan untuk melukai orang lain, tapi untuk melindungi tubuh bunga itu sendiri, agar ia tidak mudah dipetik oleh sembarangan orang. Hanya orang-orang yang berhati lembut lah yang bisa mendapatkannya.”
“Lalu maksud dari duri ini yang ada padaku itu apa?” pertanyaan Mawar berlanjut.
“Kamu tak mudah untuk disentuh laki-laki, aku tahu itu. Kamu berhati-hati terhadap mereka, karena kamu tak ingin dilukai oleh mereka. Maka dari itu kamu memasang duri agar tak sembarangan orang dapat mendekatimu atau bahkan melukaimu.”
Mawar baru menyadari, selama ini dia tak begitu dekat dengan semua laki-laki. Memang banyak yang tertarik padanya, mulai dari murid yang terkenal sampai yang biasa-biasa saja semua mengenalnya. Tapi Mawar tak ingin memanfaatkan itu semua, maka dari itu dia menjaga jarak. Ia berpikir bahwa dirinya sama saja dengan perempuan lainnya. Hanya saja, Mawar memang mempunyai wajah dan badan lebih bagus dari yang lainnya. Selain dia ada keturunan oriental, dia juga mempunyai rambut lurus panjang yang tak pernah diikat, badan yang proporsional, dan wajah yang manis polos. Hampir tak ada orang yang tak menyukainya. Mungkin itu semua yang membuat para laki-laki tertarik padanya, termasuk laki-laki yang sedang berdiri di depan Mawar saat ini.
Tapi perkataan laki-laki itu membuat Mawar berpikir dua kali, apa dia sama dengan laki-laki lainnya yang hanya memandang cover dari seorang Mawar? Ah, mungkin kata-katanya tadi hanya gombalan cowok playboy. Tapi ada sedikit keraguan di hati Mawar.
“Aku sangat senang kamu mau menerima bungaku. Terima kasih.”
Lamunan Mawar terhenti karenanya, “Ah, iya. Terima kasih juga untuk bunganya.”
Laki-laki itu berbalik dan berjalan menjauhi Mawar. Lama-kelamaan sosoknya mulai menghilang. Tinggallah Mawar masih terpaku duduk bersama temannya. Mawar menatap bunga yang baru saja diterimanya. Lalu muncul senyum di wajah manisnya. Kelihatannya dia sangat senang. Baru kali ini dia menerima mawar dari seorang laki-laki. Bukankah itu romantis?
“Mawar, kamu kenal sama dia?” Rany, teman Mawar bertanya mengagetkannya.
“Hah? Siapa?”
“Yang tadi ngasih kamu bunga. Kamu kenal dia?”
“Nggak. Aku gak pernah lihat dia, tapi sepertinya dia juga sekolah di sini.”
*****
“Bisa temani aku ke toko buku? Aku perlu buku biologi untuk presentasiku. Udah mepet, nih! Mau, ya?” pinta Rany pada Mawar dengan mata berbinar-binar.
“Hmm… gimana, ya? Aku udah ada janji ketemu seseorang.”
“Yaah… sebentar aja, lah. Begitu aku dapat bukunya, kita langsung pulang.”
“Ya, sudah. Karena kau teman baikku, apa boleh buat. “ Mawar akhirnya menerima tawaran Rany untuk menemaninya pergi ke toko buku.
“Mawar memang paling cantik sedunia. “ Rany memuji.
“Ah! Kau memujiku kalau ada maunya.” Mawar meledek.
“Ehehehe…” Rany tersipu malu lalu menjulurkan lidahnya.
Setelah sepulang sekolah, sesuai janji mereka berdua pergi ke toko buku. Rany langsung menuju ke rak buku pelajaran SMA mencari buku biologi yang diicarnya. Sedangkan Mawar berkeliling di rak buku tentang hobi. Kini langkahnya terhenti di tengah rak. Di urutan paling depan dia melihat sebuah buku kerajinan merangkai bunga, sampulnya bergambarkan bunga mawar. Ia jadi teringat pada laki-laki misterius yang memberinya bunga mawar kemarin. Sungguh orang yang aneh, pikirnya. Ia menggelengkan kepala dan tersenyum.
Ketika akan melanjutkan langkahnya, tak sengaja ia menabrak seorang laki-laki yang membawa banyak buku. Buku-bukunya otomatis berjatuhan karena baru saja laki-laki itu bertabrakan dengan Mawar. Reflek Mawar meminta maaf dan segera membantu sang pemilik buku memungut semua yang berjatuhan dari tangan. Sepertinya orang ini ingin sekali menjadi dokter, terlihat dari buku-buku yang akan dibelinya semuanya berisikan tentang kesehatan dan pengobatan.
Mawar terkejut begitu memberikan buku-buku yang baru saja dipungutnya pada lelaki itu. Betapa tidak, laki-laki itu adalah yang memberinya bunga mawar kemarin di sekolah. Tapi muncul sedikit kerutan alis di wajah Mawar. Kenapa seragamnya berbeda dengan yang dipakainya kemarin? Bukankah orang yang memberinya bunga itu satu sekolah dengan Mawar? Mawar berseragam SMA putih abu-abu, sedangkan orang yang baru ditabraknya ini, orang yang sama dengan yang memberinya bunga itu berseragam celana kotak-kotak merah, seperti sekolah swasta. Dan sepertinya juga laki-laki ini tidak mengenali Mawar sama sekali, terlihat dari sikapnya yang biasa-biasa saja ketika melihat Mawar. Beda sekali dengan yang kemarin.
“Kamu…” kata-kata Mawar terhenti. Ia ingin memastikan apakah laki-laki ini adalah orang yang sama. Tapi Mawar lupa bahwa ia tidak tahu nama laki-laki yang telah memberinya bunga kemarin.
“Ya?”
“Ah, maaf. Apa kamu orang yang memberikan aku bunga mawar kemarin?”
“Maaf, mungkin kamu salah orang. Kita belum pernah bertemu sebelumnya. Jadi tidak mungkin aku memberimu bunga.”
“Hmm… ya. Ku rasa juga begitu. Seragam kita juga berbeda. Mungkin aku memang salah orang. Maaf, ya.” Mawar berbalik.
“Tunggu dulu!” cegah laki-laki itu.
Mawar kembali berbalik menghadap laki-laki itu, dia terlihat heran mengapa ia dihentikan. “Ada apa?”
“Kamu sekolah dimana?” tanya laki-laki itu penuh cemas.
“SMA Pelita.”
“SMA Pelita? Dan nama kamu… Mawar?” laki-laki itu melihat name tag yang dipakai oleh Mawar.
Merasa name tagnya diperhatikan, Mawar tak heran namanya diketahui dengan mudah. “Iya, namaku Mawar.” Muncul senyum manis dari wajahnya.
“Mawar… Mungkin kamu tidak salah orang.” Tatapan laki-laki itu terlihat sedih.
Mawar hanya bisa menatapnya heran. Awalnya laki-laki itu bilang bahwa Mawar salah orang, sekarang dia dibilang tidak salah orang. Mana yang benar?
Cukup lama mereka berdua terdiam. Tak mengeluarkan suara apapun, hanya backsound dari toko buku yang terdengar. Mereka sibuk dengan pertanyaan masing-masing.
*****
Mawar masuk ke sebuah ruangan, ruangan yang amat dingin sampai bulu kuduknya terasa berdiri. Suasana hening pun menghampiri, hanya suara langkah kakinya dan suara dari alat pendeteksi detak jantung yang dipasang di ruangan itu. Ada seseorang di sana, seorang laki-laki, dia tampak tertidur dengan selang infuse dan alat batu pernapasan. Betapa terkejutnya Mawar begitu ia mengetahui wajah laki-laki yang sedang tertidur itu, wajahnya sama dengan laki-laki yang memberinya bunga mawar.
“Dia Ray, saudara kembarku.” Sebuah suara memberitahu Mawar dari belakang tubuhnya.
Reflek Mawar berbalik. Oh Ramon, laki-laki yang aku tabrak tadi, pikirnya. “Ray? Jadi dia yang kamu maksud?”
“Dia juga kan yang kau bicarakan tadi?” Ramon berbalik bertanya, “Dia sudah 3 hari tak sadarkan diri.”
“Dia kenapa?”
“Sebelum berangkat sekolah, kami pergi ke toko bunga. Dia bilang mau beli bunga mawar dan memberikannya pada seseorang. Kelihatannya dia sangat senang, tampak dari wajahnya. Aku tahu dia pasti mau memberikan bunga itu pada seorang perempuan bernama Mawar di sekolahnya. Dia pernah cerita padaku kalau dia suka pada seseorang bernama Mawar. Aku baru lihat dia menyukai seseorang seperti itu.” Ramon bercerita seakan memutar kembali memorinya.
“………”
“Tapi, ketika dia menyebrang jalan itu, dia ditabrak sebuah mobil. Dan akhirnya jadilah seperti ini, dia koma dan tak sadarkan diri. Tak ada reaksi apapun, tak ada perkembangan apapun.”
“Aku ikut sedih.” iba Mawar.
“Kamu bilang diberi bunga itu kemarin, padahal Ray sudah tidak sadarkan diri sejak 3 hari yang lalu. Bagaimana bisa bunga itu sampai padamu? Bagaimana bisa kamu bertemu dengan Ray?”
“Entahlah. Mungkin perasaannya yang berwujudlah yang sampai padaku, bukan tubuhnya.”
Ramon hanya bisa menghela napas. Telihat raut wajah kesedihan yang amat mendalam. Mungkin karena mereka berdua kembar, ikatan mereka sangat kuat sehingga tak tahan melihat kembaranya dalam keadaan yang sangat mengkhawatirkan.
“Boleh aku bicara padanya?” tanya Mawar meminta ijin.
“Tentu saja. Apa sebaiknya aku tinggalkan kalian berdua?”
“Tidak usah, aku hanya sebentar.” Mawar berjalan lebih dekat dengan tempat tidur Ray, ia menunduk dan membisikkan sesuatu di telinga Ray, “Aku sudah terima bungamu, aku juga sudah terima perasaanmu. Terima kasih, bunganya indah. Makanya, kamu harus lebih baik, ya.”
Entah Mawar yang salah lihat atau itu memang benar, tapi Ray meneteskan air mata. Sekejap muncul sebuah senyuman dari wajah Ray yang sedang tertidur dalam komanya. Tiba-tiba suasana berubah menjadi tegang ketika terdengar suara nyaring dari mesin pendeteksi detak jantung Ray, juga terlihat garis lurus di layarnya. Bukankah seharusnya ada gambar seperti sebuah gelombang, dan bukan garis lurus? Pertanyaan yang terus berputar di kepalanya.
Ramon yang juga ada di sana, langsung berlari keluar ruangan dan berteriak memanggil dokter. Dia sangat cemas. Cukup lama Ramon pergi, tapi Mawar hanya bisa berdiri terpaku melihat Ray. Ray yang sedang tersenyum, tapi Mawarlah yang sekarang meneteskan air mata dengan derasnya.
*****
Mawar berjalan dengan gontai. Sungguh ia merasakan sedih yang amat dalam. Ray tak terselamatkan. Hanya bunga mawar yang kini tersisa. Mungkin itu adalah jalan yang terbaik, mungkin saja dengan begini dia akan tenang. Tapi tetap saja air mata mengalir dari matanya yang indah. Mawar sangat shock dengan kejadian yang baru saja dialaminya.
“Kamu kenapa?” tanya seseorang yang baru saja menghampiri Mawar.
Mawar yang tertunduk, perlahan mengangkat kepalanya. Dia langsung memeluk orang itu. Tangisannya semakin kencang dalam pelukan. Ia sudah tidak kuat lagi menahannya.
“Hei… kamu kenapa? Cerita sama aku.”
“Kamu gak akan tinggalin aku kan?” tanya Mawar.
“Tentu saja. Aku tidak akan meninggalkan gadis yang kelak akan menjadi pendamping hidupku. Kenapa tiba-tiba kamu bertanya tentang hal itu dan menangis?”
“Aku tak ingin merasakan kesedihan seperti ini lagi. Sakit rasanya melihat seseorang pergi dari hadapanku.”
“Ya sudah. Aku tak akan membiarkanmu sedih lagi seperti ini, aku juga tidak akan pergi meninggalkanmu. Jadi, berhentilah kamu menangis. Ya?” Laki-laki itu mengecup kening Mawar.
Mawar hanya memberikan isyarat anggukan sebagai tanda mengiyakan.
“Ayo, kita pulang. Kita sudah ditunggu di rumah, dan tak boleh terlambat dalam acara pertunangan kita.” Mereka berjalan bergandengan.
Jumat, 26 November 2010
Heart 2 Heart

Film yang bisa bikin kita nangis dari awal sampe akhir
Untuk para penggemar film drama romantis, kayaknya patut deh nonton film yang satu ini. Mayu aja baru nonton sekali jadi ketagihan. *ketawa*
Heart 2 Heart ini adalah sebuah film yang menceritakan tentang cinta yang tulus dan sejati (menurut mayu sih gitu). Berawal dari pertemuan antara Indah (yang diperankan Irish Bella) dan Pandu (yang diperankan Allif Alli) di sebuah danau. Sebenarnya Indah ini sedang berlibur dengan keluarganya di villa yg terletak di daerah tempat Pandu tinggal. Banyak hal yang mereka temukan, termasuk cinta. Tapi suatu hari Indah harus kembali ke Jakarta. Pandu yakin apabila jodoh, mereka pasti akan bertemu lagi karena Pandu akan bersekolah di Jakarta. Walaupun nantinya mereka akan sama-sama berada di Jakarta, tapi rasanya sulit untuk bertemu di kota besar seperti Jakarta, begitu pikir Indah. Ternyata takdir berkata lain. Seperti yang diyakini Pandu, mereka bertemu lagi dalam sekolah yang sama. Namun ada kenyataan lain di sana, Indah sudah memiliki seorang pacar, mungkin lebih tepat orang yang dijodohkan oleh mamanya.
Suatu ketika Indah mengalami kecelakaan yang merenggut pengelihatan dan pita suaranya. Itu membuat Indah dan orang-orang di sekitarnya menjadi terguncang. Saat itulah kakak Indah (yang diperankan Arumi Bachsin) kembali ke rumah setelah sekian lama pergi, mencoba untuk mengajarkan pada adiknya bahwa dia harus menerima kenyataan. Indah yang tidak mau bertemu dengan siapapun memutuskan untuk kembali ke villa keluarganya. Pertama sahabat Indah menyusul ke villa tempatnya tinggal sekarang, kemudian Pandu pun menyusul. Awalnya Indah menolak, tapi lama kelamaan dia pun luluh hatinya. Dimulai lah hari-hari penyembuhan hati Indah yang akan dipenuhi oleh senyum dan tawa.
Next.. masih ada beberapa kejutan cerita yang menanti selanjutnya. Kalo mau tau lebih lanjut, nonton aja deh filmnya. ^^
Kata-kata Pandu "Kalo kita jodoh, kita pasti ketemu lagi" dan "Yang lain boleh pergi, tapi aku akan terus bertahan disini." itulah yang juga disukai oleh para penggemar film ini. Mayu akui juga, film ini banyak menguras air mata. Jadi, sedia tissue aja sebelum masuk bioskop. :P
materi referensi : 21cineplex.com
sumber gambar : google.com
Jumat, 05 November 2010
Curhat Sedikit Aja.. :D
jadi inget kata2 Yanu. sekarang aku bisa nyimpulin : "kalo bisa jadi cewe yang kuat, cintalah yang akan menghampirimu. karna kaulah yang dicarinya, untuk mendampingi hidupnya."
bener ga?? ya ampun meleleh aku..
kayaknya sedikit demi sedikit aku mulai bisa terima (semoga). karna posisi kamu sekarang bukan lagi di depanku sbg pemicu aku untuk berusaha, tapi di belakangku sbg penjagaku bila suatu saat aku jatuh. karna mulai sekarang aku harus bisa melangkah ke depan seorang diri tanpa kamu di depanku. aku bangga banget punya kamu.
Ada beberapa kata untukmu:
Saat aku mencintaimu, aku akan melakukan apapun untuk kebahagianmu walaupun aku harus mengorbankan jiwaku.
Cinta adalah saat aku melihatmu, aku akan berkata "Buatku kau adalah anugerah terindah yang pernah Tuhan berikan padaku".
Pada saat kau, orang yang aku cintai menyakitiku, aku akan berkata "Tak apa, dia hanya tidak tau apa yang dia lakukan".
Pada saat aku cinta padamu, aku akan selalu menantimu dengan setia & tulus. Tidak hanya sampai aku mati, tapi sampai di kehidupan setelah kematian.
Cinta adalah aku akan menemanimu bagaimanapun keadaanku ketika itu.
Cinta adalah hal yang memberi dengan rela.
Tanpamu, aku akan terasa sunyi..
Pasrah
maafmu menggantung
sejuta pertanyaan menghantui khayalku
hanya kebingungan tampak
mengapa...
ikuti langkahmu, keputusanmu
bahagiaku berbeda
tak hanya kau berbahagia semata
tapi karena AKU, bukan orang lain
Salahkah??
tersenyum..
tapi sebenarnya menangis
tertawa..
tapi sebenarnya menjerit
tenang..
tapi sebenarnya gundah
salahkah aku bila seperti ini?
menyembunyikan ketakutan di balik keberanian
menyembunyikan cemburu di dalam kepasrahan
menyembunyikan kesedihan di bawah kebagiaan
mungkin inilah definisi egoku
keras kepala & bertahan untuk sesuatu yang dicintai
dan mungkin inilah definisi kuatku
mengorbankan semua yang harus dikorbankan
perasaan, jiwa, raga..
bila kau ambil keputusan yang buatku begitu
biarkanlah aku seperti itu









